Ujian Online (CBT)
Ujian berbasis komputer: koreksi otomatis, hitung mundur, dan catatan pengawasan.
Menyusun Ujian
Membuat ujian, enam tipe soal yang tersedia, dan token yang diumumkan pengawas.
Online Exam → Buat Ujian
Membuat ujian
Isi judulnya, pilih kelas, mata pelajaran, dan jenis ujian.
Jenis ujiannya sama dengan yang dipakai penilaian manual — itu yang membuat nilai CBT bisa masuk sendiri ke ledger dan rapor, tanpa dipindah tangan.
Lalu atur:
| Pengaturan | Catatan |
|---|---|
| Jendela waktu | Kapan ujiannya boleh dikerjakan |
| Durasi | Berapa menit tiap siswa |
| Token | Diumumkan pengawas di ruangan |
| Acak soal | Urutannya diacak per siswa |
Kenapa perlu token padahal sudah ada jendela waktu? Karena jendela saja tak cukup — siapa pun yang punya tautannya bisa mulai dari rumah begitu jendelanya terbuka. Token diumumkan di ruangan, jadi yang tidak hadir tidak bisa mulai.
Hurufnya sengaja tanpa angka 0 dan huruf O, angka 1 dan huruf I — supaya tidak salah ketik saat dibacakan.
Enam tipe soal
| Tipe | Dinilai |
|---|---|
| Pilihan ganda | Otomatis |
| Jawaban ganda | Otomatis — benar semua atau nol |
| Benar–salah | Otomatis |
| Isian singkat | Otomatis kalau persis cocok; selain itu masuk antrean guru |
| Menjodohkan | Otomatis, dinilai per pasangan |
| Esai | Selalu dinilai guru |
Kenapa jawaban ganda tidak dinilai sebagian
Terdengar lebih adil sampai dipikirkan habis: mencentang semua opsi selalu memuat semua jawaban benar — jadi menebak dengan cara paling malas justru dibayar.
Menjodohkan justru dinilai per pasangan, karena di sana mencentang semuanya tidak mungkin menghasilkan semua benar.
Isian singkat punya keadaan ketiga
"DKI Jakarta" untuk kunci "Jakarta" bukan jawaban salah. Ia tidak dinilai nol — ia masuk antrean koreksi guru.
Yang benar-benar kosong tetap nol; itu tidak butuh guru.
Soal terkunci setelah dikerjakan
Begitu ada satu siswa yang mulai, soalnya tidak bisa diubah lagi. Menambah soal di tengah jalan membuat dua siswa dinilai atas jumlah soal yang berbeda.
Ujian yang sudah dikerjakan juga tidak bisa dihapus — menghapusnya menyeret jawaban seluruh siswa, dan "kenapa nilai saya berubah" jadi tak terjawab selamanya.
Pertanyaan umum
Siswa bilang tokennya salah.
Token diketik huruf besar. Pastikan yang dibacakan pengawas sama persis.
Saya tidak bisa menambah soal.
Sudah ada siswa yang mengerjakan. Buat ujian baru kalau perlu.
Nilai CBT tidak muncul di rapor.
Cek antrean koreksi — selama masih ada esai yang menggantung, nilainya belum dipindahkan.
Bank Soal dan Impor Soal
Menyimpan soal untuk dipakai lagi, dan memasukkan soal sekaligus dari Excel.
Online Exam → Bank Soal
Kenapa ada bank soal
Supaya soal yang sudah Anda buat bisa dipakai lagi tahun depan tanpa diketik ulang.
Soal dikelompokkan per mata pelajaran, dan diberi topik serta tingkat kesulitan supaya mudah dicari.
Menarik soal ke ujian: MENYALIN
Ini penting dipahami. Menarik soal dari bank menyalinnya, bukan menunjuknya.
Kalau ujian menunjuk baris bank, memperbaiki satu soal di bank tahun depan ikut mengubah isi ujian yang sudah dikerjakan — beserta nilainya, karena kuncinya ikut berubah. "Kenapa nilai saya berubah" jadi tak terjawab selamanya, dan yang bertanya adalah anak yang rapornya sudah dibagikan.
Arah sebaliknya juga ada: soal yang sudah Anda ketik di layar ujian bisa disimpan ke bank untuk dipakai lagi.
Impor soal dari Excel
Online Exam → Bank Soal → Impor
- Unduh templatnya. Isinya sudah berisi baris contoh untuk tiap tipe soal — bentuk kolom kunci jawabannya berbeda-beda dan mustahil ditebak dari nama kolomnya saja.
- Isi soalnya.
- Unggah.
Kalau ada satu baris yang gagal, tidak ada yang disimpan. Kegagalannya dilaporkan per baris beserta nomornya.
Kenapa begitu? Karena yang Anda lakukan setelah melihat daftar baris gagal adalah memperbaiki filenya lalu mengunggah file yang sama — dan tiap baris yang tadi berhasil akan masuk untuk kedua kalinya. Bank jadi penuh kembar.
Bentuk kolom kuncinya per tipe:
| Tipe | Kolom kunci |
|---|---|
| Pilihan ganda | A |
| Jawaban ganda | A, C |
| Benar–salah | Benar |
| Isian singkat | Tokyo | Kota Tokyo — pemisahnya garis tegak, bukan koma |
| Menjodohkan | 1:A, 2:B |
Pemisah isian singkat memakai garis tegak karena jawaban singkat sering memuat koma sendiri ("Jakarta, DKI"), dan koma akan memecahnya jadi dua jawaban yang sama-sama salah.
Batasnya 500 baris sekali unggah.
Pertanyaan umum
Impor soal saya ditolak semua.
Lihat daftar baris gagalnya — nomornya cocok dengan yang Anda lihat di Excel. Perbaiki, lalu unggah ulang seluruh filenya.
Kolom topik dan kesulitan saya isi tapi hilang.
Seharusnya terbaca. Kalau kesulitannya salah ketik, barisnya dilaporkan gagal — bukan didiamkan jadi kosong.
Soal di bank saya perbaiki, ujian lama ikut berubah?
Tidak. Soal ujian adalah salinan. Itu memang disengaja.
Pengawasan dan Analisis Butir Soal
Membaca catatan pengawasan, mengoreksi esai, dan menilai mutu soal setelah ujian.
Pengawasan ujian
Selama ujian berlangsung, sistem mencatat kejadian di layar siswa: keluar tab, menyalin, menempel.
Namanya pengawasan, bukan anti-kecurangan, dan bedanya penting:
- Yang dilakukan peramban adalah mencatat, bukan memblokir. Blokir di sisi peramban bisa dilewati siapa pun yang paham — mematikan JavaScript saja cukup.
- Perangkat kedua tidak bisa dideteksi sama sekali. Anak yang membuka jawaban di ponsel lain tidak akan tercatat.
Jadi angka yang Anda lihat jauh lebih berguna daripada blokir yang bisa ditembus diam-diam — tapi ia catatan, bukan bukti kecurangan, dan layarnya mengatakannya apa adanya.
Batas pelanggarannya bawaannya 0 = hanya dicatat. Notifikasi masuk dan telepon berdering juga memicu kehilangan fokus, dan menghukum anak karena itu keliru.
Mengoreksi esai
Setelah ujian, buka antrean koreksinya. Yang muncul cuma yang menunggu dinilai — esai, dan isian singkat yang tidak persis cocok.
Layar koreksi tidak menerima nilai untuk pilihan ganda. Kalau menerima, koreksi otomatis yang sudah benar bisa dibatalkan lewat form tanpa jejak.
Nilai siswa baru dianggap selesai — dan baru dipindahkan ke ledger — setelah tidak ada esai yang menggantung.
Analisis butir soal
Buka ujiannya → Analisis
Menjawab: soal mana yang terlalu mudah, terlalu sulit, atau justru membingungkan.
| Angka | Artinya |
|---|---|
| Tingkat kesukaran | Makin kecil makin sulit |
| Daya beda | Seberapa baik soal itu membedakan yang menguasai materi dari yang belum |
Butir "terbalik" — label yang paling perlu dilihat
Daya beda negatif artinya soal itu lebih sering dijawab benar oleh siswa yang nilainya rendah. Hampir selalu berarti kuncinya tertukar, bukan soalnya jelek.
Karena itu labelnya dibedakan dari "lemah" — supaya Anda memeriksa kuncinya, bukan membuang soalnya.
Di bawah 10 peserta, angkanya tidak dihitung
Dan itu disengaja. Daya beda dari enam peserta bukan statistik melainkan kebetulan: satu anak pindah kelompok mengubahnya jauh, dan guru yang mempercayainya akan membuang soal yang sebenarnya baik.
Yang tampil hanya jumlah yang menjawab benar — fakta, bukan tafsiran.
Tidak ada kesimpulan otomatis "buang soal ini". Angkanya bahan pertimbangan guru yang tahu konteks kelasnya.
Pertanyaan umum
Halaman analisis kosong.
Pesertanya belum sampai 10. Angkanya sengaja tidak dihitung di bawah itu.
Siswa tercatat banyak pelanggaran padahal dia jujur.
Wajar. Notifikasi masuk dan telepon berdering juga tercatat. Itu sebabnya ini catatan, bukan bukti.
Saya tidak bisa mengubah nilai pilihan ganda.
Memang tidak bisa, dan itu disengaja. Kalau kuncinya yang salah, perbaiki kuncinya — analisis butir akan menandainya "terbalik".