PANDUAN

Cara memakai edusys.id

Ditulis untuk pengurus sekolah, bukan untuk orang teknis. Tidak perlu dibaca berurutan — langsung buka bagian yang Anda butuhkan.

Mencari manual lengkap, modul demi modul?

Mulai dari sini

Enam langkah menyiapkan sekolah Anda, dari nol sampai siap dipakai.

Kerjakan dari atas ke bawah. Tiap langkah butuh hasil langkah sebelumnya, jadi jangan dilompati.

  1. Buat sekolah Anda. Kalau Anda mendaftar sendiri, layar akan menuntun Anda mengisi data sekolah dan memilih paket. Kalau Anda diundang, akun Anda sudah langsung tersambung ke sekolahnya.

  2. Atur tahun ajaran. Absensi, nilai, kenaikan kelas, dan poin tata tertib semuanya menempel ke tahun ajaran. Isi ini dulu.

  3. Buat kelas dan rombel. Siswa belum bisa diimpor kalau kelasnya belum ada.

  4. Masukkan data siswa. Satu per satu, atau sekaligus dari file Excel.

  5. Buat akun guru dan staf. Caranya dengan mengundang mereka. Jangan mengetikkan kata sandi orang lain.

  6. Nyalakan yang Anda butuhkan. SPP, absensi, penilaian, website sekolah — pilih sesuai kebutuhan.

Siapkan dulu sebelum mulai

Yang dibutuhkan Keterangan
NPSN sekolah Nomor identitas sekolah. Tidak boleh sama dengan sekolah lain
Daftar kelas & rombel Nama kelasnya harus sudah ada sebelum impor siswa
Data siswa Paling tidak: nama, NIS, dan kelas
Email guru Untuk mengirim undangan akun

Siapa melihat apa

Data tiap sekolah terpisah penuh:

  • Admin sekolah melihat sekolahnya saja.
  • Guru melihat kelas yang dia ajar.
  • Orang tua melihat anaknya.

Pemisahan ini tidak bisa dimatikan, dan memang begitu seharusnya.

Punya beberapa unit dalam satu yayasan — misalnya RA, MI, dan MTs? Tiap unit punya datanya sendiri-sendiri. Yang dipakai bersama cuma langganannya.

Pertanyaan umum

Datanya belum ada sama sekali. Mulai dari mana?

Kerjakan langkah 1 sampai 4 saja dulu. Website, SPP, dan penilaian bisa menyusul kapan pun — tidak harus dinyalakan sekarang.

Data dari aplikasi lama bisa dipindah ke sini?

Data siswa bisa, lewat impor Excel. Untuk data lain, kirimkan contoh filenya ke kami — nanti kami lihat bentuknya dulu.

Waktu mendaftar saya salah isi data sekolah. Masih bisa diubah?

Bisa. Buka Sekolah → Profil Sekolah, perbaiki, lalu simpan. NPSN juga bisa diperbaiki di sana.

Sudah sampai langkah 4 tapi belum paham langkah berikutnya.

Buka panduan Akun guru, staf, dan orang tua di daftar sebelah. Isinya langkah 5 secara rinci.

Siswa, kelas, dan rombel

Membuat kelas, memasukkan siswa dari Excel, dan menaikkan kelas tanpa ada data yang hilang.

Buat kelasnya dulu

Buka Akademik → Kelas, lalu buat kelas-kelasnya.

Nama kelas cukup unik di sekolah Anda sendiri. Jadi kalau satu yayasan punya MI dan SD, keduanya boleh sama-sama punya "Kelas 1".

Rombel

Buka Akademik → Rombel. Satu rombel bisa dipasang ke beberapa kelas sekaligus.

Kalau kolom kelasnya dibiarkan kosong, rombel itu berlaku di semua kelas. Jadi kalau sekolah Anda memakai A, B, C di tiap tingkat, cukup buat sekali saja — tidak perlu diulang per kelas.

Memasukkan siswa dari Excel

  1. Unduh contoh filenya di Siswa → Impor.
  2. Isi datanya mengikuti kolom yang sudah ada. Jangan mengganti nama kolom.
  3. Unggah lagi filenya.

Baris yang bermasalah akan ditolak, dan nomor barisnya ditampilkan — jadi Anda tahu persis mana yang perlu diperbaiki.

Nama kelas di file harus persis sama dengan yang sudah ada di sekolah Anda. Kalau salah ketik, barisnya ditolak — bukan dibuatkan kelas baru.

Ini disengaja. Kalau kelas dibuat otomatis, "TK B" dan "TK b" akan jadi dua kelas berbeda, dan menggabungkannya lagi jauh lebih repot daripada memperbaiki satu baris di Excel.

NIS dan NISN

Siapa yang memberi Unik sampai mana
NIS Sekolah Anda sendiri Cukup di sekolah Anda. Sekolah lain boleh punya nomor yang sama
NISN Kemendikbud Se-Indonesia. Tidak boleh sama dengan siswa mana pun

Email siswa boleh dikosongkan

Di TK dan SD hampir tidak ada anak yang punya email. Jadi kolom email siswa dan email orang tua tidak wajib diisi.

Siswa tanpa email tetap tercatat lengkap — cuma tidak bisa masuk ke portal. Daftar Siswa memberi tanda siapa saja yang belum punya akun, jadi Anda bisa melengkapinya kapan-kapan.

Menaikkan kelas

Buka Siswa → Kenaikan Kelas. Pilih kelas asal dan kelas tujuan, lalu centang siswa yang naik.

Dua hal yang perlu Anda tahu:

  • Rombel tujuan tidak wajib diisi. Kalau dikosongkan, rombel lamanya tetap dipakai — tidak jadi kosong.
  • Siswa yang tidak dicentang tidak ikut pindah. Dia tetap di kelas lamanya.

Untuk TK dan PAUD

Kenaikan kelas juga berlaku untuk TK. Yang menentukan urutannya adalah kolom Tingkat di data kelas:

Kelas Tingkat
KB 1
TK A 2
TK B 3

Isi kolom itu, dan kenaikan kelas akan menawarkan kelas berikutnya dengan sendirinya.

Siswa yang sudah lulus

Siswa yang lulus tetap tercatat di kelas terakhirnya. Itu memang benar — keterangan "lulusan TK A 2022" masih dipakai bertahun-tahun kemudian.

Yang membedakan adalah statusnya. Daftar Siswa menampilkan yang berstatus Aktif saja, dan alumni tidak ikut muncul di:

  • layar absensi,
  • layar entri nilai,
  • pemberian diskon.

Kecuali di tagihan SPP. Di sana alumni tetap muncul, dan itu disengaja: kalau dia meninggalkan tunggakan, tunggakan itu harus tetap bisa ditagih.

Pertanyaan umum

Impor saya ditolak semua. Kenapa?

Paling sering karena nama kelas di file belum ada di sistem. Buat kelasnya dulu di Akademik → Kelas, lalu ulangi impornya.

Siswa sudah masuk tapi hilang waktu kelasnya disaring.

Berarti siswa itu belum tersambung ke kelas. Biasanya terjadi pada data yang diimpor dengan versi lama. Hubungi kami — ada perintah untuk merapikannya sekaligus.

Saya salah menaikkan satu angkatan. Bisa dibatalkan?

Bisa. Naikkan ulang ke kelas yang benar. Riwayat kenaikannya tetap tersimpan, jadi kesalahannya bisa ditelusuri.

Kenapa siswa yang sudah lulus masih ada di daftar tagihan?

Supaya tunggakannya masih bisa ditagih. Kalau dia tidak punya tunggakan, dia tidak akan muncul di tagihan baru.

Nama siswa kosong di daftar.

Terjadi pada data lama yang diimpor sebelum kami memperbaiki ini. Buka data siswanya, isi namanya, lalu simpan. Kalau jumlahnya banyak, hubungi kami.

Akun guru, staf, dan orang tua

Membuat akun lewat undangan, supaya Anda tidak perlu tahu kata sandi orang lain.

Mengundang guru dan staf

  1. Buka Pengaturan → Undangan.
  2. Isi email dan perannya, lalu kirim.
  3. Penerima membuka tautannya, lalu memilih kata sandinya sendiri.

Kenapa lewat undangan, bukan diketikkan? Karena kata sandi yang pernah Anda ketahui sudah tidak rahasia lagi. Dikirim lewat WhatsApp pun sama — kata sandi itu tersimpan di ponsel siapa saja yang pernah memegang percakapan tersebut.

Yang perlu diingat:

  • Tautannya cuma bisa dilihat sekali, waktu undangan dibuat. Kalau hilang, buat undangan baru.
  • Berlaku 7 hari, dan sekali pakai.
  • Peran dan sekolahnya diambil dari undangan, bukan dari isian penerimanya.
  • Ada tombol WhatsApp kalau emailnya belum bisa dipakai. Tautannya sama.

Menyambungkan akun ke data guru

Waktu mengundang seorang guru, pilih namanya di kolom Tautkan ke data guru.

Kalau langkah ini terlewat, gurunya tetap punya akun — tapi Portal Guru akan bilang "akun ini belum terhubung ke data guru", dan jadwal serta kelasnya tidak muncul.

Masih bisa diperbaiki nanti: buka data gurunya, lalu sambungkan ke akunnya.

Akun orang tua

Akun orang tua dibuat bersamaan dengan data siswa.

Satu orang tua yang punya beberapa anak cukup satu akun. Semua anaknya muncul sebagai pilihan di dalam portal.

Email orang tua tidak wajib diisi. Kalau dikosongkan, datanya tetap tersimpan — cuma belum ada akun portalnya.

Daftar peran

Peran Bisa melihat
Admin Seluruh data sekolahnya
Guru Kelas yang dia ajar
Wali Kelas Kelas perwaliannya
Siswa & Orang Tua Dirinya sendiri / anaknya
Bendahara Keuangan sekolah
Konselor Bimbingan konseling
Petugas UKS Layanan kesehatan
Pustakawan Perpustakaan

Peran Super Admin hanya bisa diberikan oleh kami. Admin sekolah tidak bisa memberikannya, termasuk ke dirinya sendiri — kalau bisa, siapa pun yang jadi admin bisa menguasai seluruh platform.

Pertanyaan umum

Undangan sudah dikirim tapi emailnya tidak sampai.

Cek folder spam penerima dulu. Kalau tetap tidak ada, buka lagi halaman Undangan dan kirim tautannya lewat tombol WhatsApp — tautannya sama persis.

Tautan undangannya sudah kedaluwarsa.

Buat undangan baru dari halaman yang sama. Yang lama otomatis mati.

Guru sudah punya akun tapi jadwalnya kosong.

Akunnya belum tersambung ke data guru. Buka data gurunya, lalu sambungkan.

Orang tua lupa kata sandi. Saya harus apa?

Minta dia menekan "Lupa kata sandi" di halaman masuk. Anda tidak perlu — dan sebaiknya tidak — membuatkan kata sandi baru untuknya.

Guru sudah keluar. Akunnya diapakan?

Nonaktifkan data gurunya. Dia langsung hilang dari daftar absensi dan penggajian, tapi riwayat mengajarnya tetap tersimpan.

SPP dan pembayaran

Tagihan bulanan yang terbit sendiri, pembayaran online, dan cara memeriksa bukti transfer.

Menyiapkan SPP bulanan

Buka Keuangan → SPP / Iuran Berulang. Di sini Anda menyusun rencananya: nominalnya berapa, siapa yang ditagih, dan mulai bulan apa.

Rencana ini sendiri belum menagih siapa pun. Tagihannya terbit belakangan, dan bentuknya sama persis dengan tagihan biasa — jadi cara bayar, kwitansi, dan laporannya tidak ada bedanya.

Ada dua cara menerbitkan tagihannya:

  • Otomatis tiap awal bulan.
  • Manual, lewat tombol "Buat Tagihan Bulan Ini".

Menerbitkan dua kali tidak membuat tagihan jadi dobel. Jadi aman kalau Anda ragu dan ingin mengulang.

Yang ditagih hanya siswa berstatus Aktif.

Periksa dulu satu hal. Buka Pengaturan → Cron & Antrean. Kalau bagian penjadwal belum hijau, tagihan SPP tidak akan pernah terbit sendiri — dan tidak akan ada pesan error apa pun. Yang terlihat cuma bulan yang tidak tertagih.

Selama itu belum beres, pakai tombol "Buat Tagihan Bulan Ini" tiap awal bulan. Hasilnya sama.

Pembayaran online

Atur di Keuangan → Pengaturan Pembayaran.

Isikan kunci Midtrans atau Xendit milik sekolah Anda sendiri. Uangnya masuk langsung ke rekening sekolah — tidak lewat kami sama sekali.

Setelah itu, orang tua bisa membayar dari portalnya lewat Virtual Account atau QRIS. Begitu pembayarannya sah, tagihannya langsung ditandai lunas. Tidak perlu ada petugas yang memeriksa satu per satu.

Kalau masih transfer manual

Tambahkan rekening bank sekolah di halaman yang sama.

  1. Orang tua mengunggah bukti transfer dari portalnya.
  2. Petugas memeriksanya di Keuangan → Verifikasi Pembayaran.
  3. Terima atau tolak.

Kalau menolak, tulis alasannya. Orang tua yang cuma dikasih tahu "ditolak" akan mengunggah bukti yang sama lagi, ditolak lagi, dan tidak ada yang bertambah tahu. Nominal keliru, rekening keliru, dan gambar buram butuh tindakan yang berbeda-beda.

Nominal dan tagihan yang dilunasi selalu diambil dari data yang tersimpan, bukan dari yang diketik pembayarnya.

Dua jenis pembayaran yang sering tertukar

Siapa bayar ke siapa Diatur di
SPP Orang tua → sekolah Anda Keuangan → Pengaturan Pembayaran
Langganan Sekolah Anda → edusys.id Langganan Saya

Keduanya tidak pernah tercampur di laporan mana pun.

Pertanyaan umum

Tagihan SPP bulan ini tidak terbit.

Biasanya karena penjadwal di server belum jalan. Cek di Pengaturan → Cron & Antrean. Sambil menunggu, tekan "Buat Tagihan Bulan Ini" — hasilnya sama.

Orang tua sudah bayar tapi statusnya masih belum lunas.

Kalau lewat transfer manual: tagihan baru lunas setelah bukti transfernya diperiksa petugas di Verifikasi Pembayaran.

Kalau lewat pembayaran online dan sudah lewat 15 menit: hubungi kami.

SPP tiap siswa bisa beda nominalnya?

Bisa. Buat beberapa rencana SPP dengan nominal berbeda, lalu tentukan siswa mana masuk rencana yang mana. Untuk potongan per anak, pakai fitur Diskon.

Uang SPP masuk ke rekening siapa?

Rekening sekolah Anda sendiri. Kami tidak pernah menerima atau menahan uang SPP.

Ada siswa yang harusnya tidak ditagih bulan ini.

Hapus tagihannya lewat daftar tagihan siswa tersebut. Rencana SPP-nya tidak terganggu — bulan berikutnya tetap terbit seperti biasa.

Absensi, nilai, dan rapor

Pekerjaan harian guru, dan bagaimana nilainya sampai ke rapor Kurikulum Merdeka.

Halaman ini soal absensi siswa. Untuk kehadiran guru dan pegawai, buka panduan Absensi guru dan pegawai.

Absensi harian

Guru membukanya dari Portal Guru, memilih kelas, lalu menandai kehadiran.

Kode Arti
H Hadir
S Sakit
I Izin
A Alpa
P Pulang cepat — tetap dihitung hadir, karena anaknya memang masuk

"Belum diisi" berbeda dari "alpa". Kelas yang gurunya belum sempat mengisi tidak dianggap kelas yang siswanya bolos.

Persentase kehadiran juga dihitung dari yang sudah diisi saja. Kalau tidak, angkanya akan turun cuma karena masih ada guru yang belum selesai mengisi.

Kalau notifikasi WhatsApp dinyalakan, orang tua dikabari hanya saat anaknya tidak masuk — bukan tiap hari anaknya hadir.

Memasukkan nilai

  1. Buat jenis ujiannya dulu — UH, UTS, UAS, praktik — di Ujian & Raport → Jenis Ujian.
  2. Masukkan nilainya per kelas dan per mata pelajaran.

Nilai dari ujian online (CBT) masuk sendiri ke daftar nilai yang sama. Tidak perlu dipindah manual.

Mencetak rapor Kurikulum Merdeka

Buka Ledger Nilai, lalu tekan tombol rapor pada siswa yang dituju.

PDF-nya memakai kop sekolah Anda, dan berisi:

  • nilai akhir tiap mata pelajaran, dirata-rata dari semua jenis ujian;
  • kalimat capaian, diambil dari pita nilai yang sekolah Anda tentukan;
  • fase (A, B, C, dan seterusnya) sesuai tingkat kelas;
  • rekap ketidakhadiran, diambil dari data absensi;
  • catatan wali kelas.

Isi pita nilai dulu sebelum mencetak, di Ujian & Raport → Pita Nilai. Kalimat di sanalah yang muncul di rapor — jadi tulis memakai bahasa yang memang biasa dipakai sekolah Anda.

Pertanyaan umum

Guru tidak bisa mengisi absensi kelas tertentu.

Guru cuma bisa mengisi kelas yang dia ajar. Cek jadwal mengajarnya di data guru. Kalau kelas itu belum ada di jadwalnya, tambahkan dulu.

Kolom nilai kosong padahal siswanya ada.

Dua hal yang perlu dicek: jenis ujiannya sudah dibuat belum, dan mata pelajarannya sudah dipasang di kelas itu belum.

Rapornya kosong di bagian kalimat capaian.

Pita nilai belum diisi. Buka Ujian & Raport → Pita Nilai, isi rentang nilai beserta kalimatnya, lalu cetak ulang.

Kop sekolah di rapor masih kosong atau salah.

Kop diambil dari Sekolah → Profil Sekolah. Perbaiki nama, alamat, dan logonya di sana — rapor, kartu pelajar, dan surat lain ikut berubah sekaligus.

Nilai CBT tidak muncul di ledger.

Cek dulu apakah ujiannya sudah selesai dikoreksi. Soal esai dan isian singkat menunggu dinilai guru, dan selama masih ada yang menggantung, nilainya belum dipindahkan.

Website sekolah dan SPMB

Menayangkan profil sekolah, menulis berita, dan membuka pendaftaran siswa baru.

Menayangkan website

  1. Buka Website → Pengaturan Situs, lalu isi kontennya.
  2. Pilih tema. Ganti tema tidak mengubah isi sama sekali, jadi aman dicoba berkali-kali. Pakai tombol Pratinjau dulu — pratinjau tidak menyimpan apa pun.
  3. Centang Terbitkan, lalu simpan.

Selama belum diterbitkan, alamatnya menjawab "halaman tidak ditemukan". Ini disengaja — kalau tidak, tiap sekolah otomatis punya situs kosong yang terbaca Google atas namanya sendiri.

Nama, alamat, telepon, dan logo diambil dari profil sekolah. Sumber yang sama dengan kop PDF, jadi cukup diisi sekali.

Foto dan Pustaka Media

Tiap kolom gambar menerima dua cara:

  • unggah file dari perangkat Anda, atau
  • tempel alamat foto yang sudah ada di Website → Pustaka Media.

Cara kedua berguna kalau satu foto dipakai di beberapa tempat — cukup diunggah sekali.

Gambar yang diunggah otomatis dikecilkan dan diubah ke format hemat data. Anda tidak perlu memikirkannya.

Berita ≠ pengumuman

Ini yang paling sering keliru.

Dibaca siapa Di menu mana
Artikel / berita siapa saja di internet Website → Blog
Pengumuman hanya di dalam portal Pengumuman

Pengumuman tidak pernah tampil di halaman publik. Isinya bisa memuat hal internal, dan salah pilih sasaran sekali saja sudah jadi kebocoran.

Artikel bisa dijadwalkan: set statusnya Terbit dengan tanggal di masa depan, dan artikelnya diam sampai tanggalnya tiba.

Membuka pendaftaran (SPMB)

Buka Siswa → Penerimaan Siswa, lalu tekan Pengaturan SPMB. Tentukan tanggal buka dan tutup, jalur pendaftaran, serta dokumen apa saja yang wajib diunggah.

Alamat pendaftarannya: /spmb/nama-sekolah

Menu SPMB di website selalu tampil, bahkan saat pendaftaran sedang tutup. Sengaja begitu — yang dicari calon wali justru "kapan dibukanya", dan menu yang hilang membuat mereka menyangka sekolah Anda tidak menerima siswa baru.

Yang dilalui pendaftar:

  1. Mengisi formulir dan mengunggah dokumen.
  2. Menerima nomor registrasi, dan bisa mengunduh bukti pendaftaran (PDF).
  3. Mengecek statusnya memakai nomor registrasi + tanggal lahir.
  4. Dikabari lewat WhatsApp saat diterima atau ditolak — kalau notifikasinya dinyalakan.

Dokumen yang diunggah calon siswa tidak bisa dibuka umum. Hanya petugas berwenang yang bisa membukanya dari panel.

Pendaftar yang diterima langsung jadi siswa. Datanya tidak perlu diketik ulang.

Memakai domain sendiri

Sekolah bisa memakai domainnya sendiri, misalnya sdit-bhineka.sch.id.

Di domain itu alamatnya jadi lebih pendek: /berita, /profil, /spmb — enak dibacakan lewat telepon.

Pengaturannya di sisi kami. Hubungi kami dengan menyebut nama domainnya.

Pertanyaan umum

Website sudah diisi tapi alamatnya masih "tidak ditemukan".

Belum diterbitkan. Buka Website → Pengaturan Situs, centang Terbitkan, lalu simpan.

Foto yang saya pasang tidak muncul.

Biasanya alamat fotonya disalin dari komputer lain atau dari alamat sementara. Unggah ulang lewat Website → Pustaka Media, lalu salin alamatnya dari sana.

Pengumuman saya kok tidak muncul di website?

Memang tidak akan muncul — pengumuman hanya untuk di dalam portal. Kalau ingin dibaca umum, tulis sebagai artikel di Website → Blog.

Bagaimana supaya website sekolah muncul di Google?

Terbitkan dulu situsnya, lalu tunggu beberapa hari. Kalau seminggu belum muncul, hubungi kami — kami bisa mendaftarkannya langsung.

Sudah punya domain sendiri, bagaimana memasangnya?

Hubungi kami, sebutkan nama domainnya. Biasanya selesai dalam satu hari kerja.

Website sekolah mau ditutup sementara karena sedang dirombak.

Ada mode pemeliharaan di pengaturan situs. Pendaftaran SPMB tetap terbuka selama mode itu menyala — menutup situs tidak pernah berarti menutup pendaftaran.

Absensi guru dan pegawai

Empat cara mencatat kehadiran guru dan pegawai, dan cara memilih yang cocok untuk sekolah Anda.

Ini berbeda dari absensi siswa. Yang ini kehadiran guru dan pegawai, dan semuanya bermuara ke satu tempat: HR → Absensi Pegawai, lalu direkap di Rekap Bulanan.

Ada empat cara mengisinya. Boleh dipakai bersamaan — sekolah besar biasanya memakai dua.

Memilih caranya

Cara Cocok untuk Sekuat apa
Petugas mengetik semua sekolah tergantung petugasnya
Absen mandiri sekolah kecil, saling kenal lemah — lihat catatan di bawah
Scan Kartu sekolah yang ingin bukti kehadiran paling kuat, tanpa alat mahal
Impor mesin sidik jari sekolah yang mesinnya sudah ada kuat, tapi butuh mesinnya

Yang perlu dipahami sejak awal: tidak ada cara yang sekaligus gampang dan tidak bisa diakali. Pilih yang sesuai dengan cara sekolah Anda bekerja, bukan yang paling canggih.

1. Petugas mengetik

Buka HR → Absensi Pegawai, pilih tanggal, tandai satu per satu.

Kode yang tersedia: Hadir, Terlambat, Setengah Hari, Sakit, Izin, Alpa.

Terlambat dan setengah hari tetap dihitung masuk — orangnya datang. Sakit dan izin adalah keterangan, bukan pelanggaran, jadi keduanya punya kodenya sendiri dan tidak dicampur dengan alpa.

Cara ini selalu tersedia, dan petugas tetap bisa mengoreksi catatan yang masuk dari cara mana pun.

2. Absen mandiri

Guru dan pegawai membuka Kehadiran Saya dari portalnya, lalu menekan Absen Masuk dan Absen Pulang.

Syaratnya: akunnya harus terhubung ke data guru/pegawai. Yang belum punya akun bisa diundang lewat Settings → Undangan Akun.

Apa yang sebenarnya dibuktikan

Perlu dikatakan terus terang: menekan tombol di akun sendiri tidak membuktikan orangnya berada di sekolah. Yang tercatat adalah "akun ini menekan tombol jam sekian".

Cara ini cocok untuk sekolah yang memang memakai asas saling percaya — RA atau TK berisi delapan guru yang setiap hari saling melihat. Gunanya menghemat pengetikan petugas, bukan mencegah kecurangan.

Lokasi saat absen

Kalau sekolah sudah mengisi titik lokasinya, jarak orangnya ikut dicatat dan tampil sebagai lencana kecil di layar petugas: hijau kalau di area, kuning kalau di luar.

Jarak ini tidak pernah menolak siapa pun, dan itu disengaja:

  • Aplikasi pemalsu GPS gratis di Play Store dan bisa dipasang dalam dua menit, jadi yang niat curang tetap lolos.
  • GPS butuh langit. Di dalam kelas berdinding beton, titiknya bisa meleset ratusan meter — dan yang tertahan justru guru jujur yang sedang berdiri di depan kelasnya.

Jadi angkanya bahan pertimbangan kepala sekolah, bukan keputusan mesin. Kalau sinyalnya lemah, lencananya berubah abu dan ditandai (kasar) — pada bacaan seperti itu, angkanya memang tidak layak dipakai menegur orang.

Mengaturnya: Sekolah → Edit → Titik Lokasi Sekolah. Buka halaman itu sambil berdiri di sekolah, tekan Pakai lokasi saya sekarang, simpan. Kosongkan kalau tidak ingin mencatat jarak sama sekali.

3. Scan Kartu

Ini yang paling kuat tanpa membeli alat mahal, karena kartunya harus benar-benar ditempelkan ke perangkat yang ada di sekolah.

Sekali di awal:

  1. Buka HR → Absensi Pegawai → Scan Kartu, lalu tekan Cetak Kartu di kanan atas.
  2. Tekan Terbitkan untuk tiap orang, lalu Cetak. Laminating, bagikan.

Tiap pagi:

  1. Buka Scan Kartu di satu laptop atau tablet dekat pintu masuk.
  2. Set modenya ke Masuk, biarkan halamannya terbuka.
  3. Sore hari ganti ke Pulang.

Layarnya menampilkan foto dan nama orangnya begitu kartu ditempel, jadi petugas bisa langsung melihat kalau ada yang tidak cocok.

Bisa memakai alat scan barcode USB (harganya murah, bekerja seperti papan ketik) atau mengetik kodenya kalau alat scannya rusak. Kodenya sengaja tidak memakai angka 0 dan huruf O, angka 1 dan huruf I — supaya tidak salah ketik.

Kartu hilang? Buka Cetak Kartu, tekan Terbitkan Ulang. Kartu lama langsung berhenti berlaku.

Kelemahannya, supaya Anda tahu: kartu bisa dititipkan ke teman. Yang menahannya layar itu dijaga petugas, dan foto orangnya muncul di layar.

4. Impor mesin sidik jari

Untuk sekolah yang mesinnya sudah ada — Fingerspot, Solution, ZKTeco, dan sejenisnya.

Sekali di awal, petakan nomor PIN tiap orang di mesin: HR → Absensi Pegawai → Mesin Sidik Jari, isi kolom PIN di panel kanan.

Nol di depan tidak berpengaruh — 007 dan 7 dianggap sama.

Lalu tiap bulan (atau kapan pun):

  1. Ekspor catatan dari mesinnya ke Excel/CSV.
  2. Unggah di halaman yang sama.

Berkasnya cukup punya kolom PIN dan kolom tanggal. Kalau kolom tanggalnya belum memuat jam, kolom jam terpisah ikut dibaca.

Yang dilakukan sistem:

  • Scan paling awal hari itu jadi jam masuk, paling akhir jadi jam pulang.
  • Yang hanya menempel sekali hari itu cuma punya jam masuk, dan harinya ditandai perlu dilengkapi supaya petugas menutupnya.
  • Mengunggah berkas yang sama dua kali tidak mengubah apa pun. Unggah lagi kapan pun Anda ragu.
  • Hari yang sudah ditandai Sakit atau Izin oleh petugas tetap begitu — yang ditambahkan hanya jamnya.

PIN yang belum dipetakan dilaporkan di layar berikut jumlah barisnya, dan tidak menahan yang lain. Petakan orangnya, lalu unggah ulang berkas yang sama.

Membaca hasilnya

HR → Absensi Pegawai → Rekap Bulanan. Pilih bulannya, lihat berapa hari tiap orang masuk, dan ekspor kalau perlu.

Persentase dihitung dari hari yang benar-benar tercatat, bukan dari jumlah hari kerja sebulan — supaya angkanya tidak turun hanya karena petugas belum selesai mengisi. Yang belum ada catatannya sama sekali ditampilkan kosong, bukan nol persen.

Pertanyaan umum

Guru lupa absen pulang, harinya dihitung apa?

Tetap hadir, dan harinya ditandai "perlu dilengkapi" supaya petugas menutupnya. Lupa menekan tombol bukan bukti pulang cepat, jadi tidak pernah diturunkan jadi setengah hari atau alpa.

Menu "Kehadiran Saya" tidak muncul di akun guru.

Akunnya belum terhubung ke data guru. Buka data guru yang bersangkutan dan tautkan akunnya, atau kirim undangan lewat Settings → Undangan Akun dengan memilih nama gurunya.

Sudah scan kartu tapi jamnya tidak berubah.

Menempel dua kali di pagi hari memang tidak menggeser jam kedatangan — yang pertama itulah jam datangnya. Layarnya menyebut "sudah tercatat sebelumnya" kalau ini terjadi.

Petugas menandai Sakit, lalu orangnya men-scan kartu. Yang menang mana?

Penilaian petugas. Jamnya tetap ikut tercatat sebagai fakta, tapi statusnya tidak berubah jadi Hadir. Petugas yang memutuskan, bukan alat.

Kolom jarak selalu kosong.

Sekolah belum mengisi titik lokasinya (Sekolah → Edit → Titik Lokasi Sekolah), atau guru menolak izin lokasi di ponselnya. Keduanya tidak menghalangi absennya — hanya jaraknya yang tidak tercatat.

Tombol lokasi tidak berfungsi sama sekali.

Peramban hanya mengizinkan lokasi di alamat https. Kalau edusys dipasang di server sekolah sendiri yang masih http, fitur ini memang tidak bisa jalan.

Guru belum bisa mengajukan cuti.

Untuk sekarang pengajuan cuti baru tersedia untuk pegawai, belum untuk guru.