Uang SPP hampir selalu masuk. Yang sulit adalah mengetahui uang siapa yang masuk, untuk bulan apa, dan siapa yang belum membayar.
Di banyak sekolah pekerjaan ini masih dilakukan dengan membandingkan mutasi rekening dengan buku kas baris demi baris, setiap akhir bulan.
Kenapa mencocokkan itu melelahkan
Transfer dari orang tua sering datang tanpa keterangan yang cukup:
- Nama pengirim adalah nama ayah, sedangkan nama di buku kas adalah nama anak
- Satu transfer dipakai untuk dua anak sekaligus
- Nominalnya dibulatkan, atau dikurangi biaya transfer antarbank
Setiap ketidakcocokan kecil itu berubah menjadi percakapan WhatsApp yang panjang, dan percakapan itu terjadi ratusan kali per bulan.
Tagihan yang membawa identitasnya sendiri
Dengan pembayaran online, setiap tagihan punya kode pembayarannya sendiri — Virtual Account atau QRIS. Orang tua membayar ke kode itu, dan tagihannya tercatat lunas otomatis.
Tidak ada lagi tahap menebak uang siapa yang masuk.
Rekening yang dipakai adalah rekening sekolah Anda sendiri. Uangnya tidak pernah singgah di kami, dan kami tidak memungut biaya per transaksi.
SPP yang terbit sendiri tiap bulan
Iuran bulanan tidak perlu dibuat ulang setiap bulan. Anda menyusun rencananya sekali — besarannya, siapa saja yang ditagih, dan tanggal jatuh temponya — lalu tagihannya terbit sendiri.
Beberapa hal yang dijaga:
- 1 Hanya siswa aktif yang ditagih; alumni tidak ikut terbawa
- 2 Menekan tombol pembuatan dua kali tidak menggandakan tagihan
- 3 Tagihan yang sudah dibayar tidak pernah tersentuh oleh pembuatan berikutnya
Yang bisa dilihat orang tua
Orang tua melihat daftar tagihan anaknya sendiri: mana yang sudah lunas, mana yang kurang, dan berapa sisanya. Angka sisanya dihitung di server, bukan di ponsel, sehingga tidak mungkin ada dua versi angka untuk tagihan yang sama.
Bagi bendahara, akhir bulan berubah dari menghitung ulang menjadi membaca laporan.
Bagikan artikel ini
0 kali dibagikan