Kurikulum Merdeka meminta rapor yang menjelaskan capaian, bukan sekadar mencantumkan angka. Niatnya baik, dan hasilnya memang lebih berguna bagi orang tua.
Tapi bagi wali kelas, itu berarti menulis kalimat deskripsi untuk setiap mata pelajaran, untuk setiap anak. Untuk satu kelas berisi 30 siswa dan 10 mata pelajaran, jumlahnya 300 kalimat.
Dari mana deskripsinya sebenarnya berasal
Deskripsi capaian bukan karangan bebas. Ia diturunkan dari nilai yang sudah dimiliki sekolah:
- Nilai akhir tiap mata pelajaran, dirata-ratakan dari jenis ujian yang ada
- Pita nilai yang sudah ditetapkan sekolah, beserta keterangannya
- Fase pembelajaran, yang mengikuti jenjang kelas
Ketiganya sudah ada di dalam sistem sejak guru mengisi nilai. Yang selama ini hilang hanyalah jembatan yang menyatukannya menjadi kalimat.
Rapor yang menyusun dirinya sendiri
edusys.id menyusun rapor Kurikulum Merdeka dari data tersebut: nilai akhir per mata pelajaran, deskripsi capaian dari pita nilai sekolah, fase dari jenjang kelas, dan ketidakhadiran dari catatan absensi.
Kop suratnya memakai identitas sekolah Anda sendiri, bukan identitas kami.
Wali kelas tetap bisa menyunting catatannya. Yang dihapus adalah pekerjaan mengetik ulang hal yang sudah diketahui sistem — bukan penilaian gurunya.
Yang perlu disiapkan sekolah
Agar hasilnya baik, tiga hal ini sebaiknya rapi lebih dulu:
- 1 Pita nilai beserta keterangannya — inilah sumber kalimat deskripsinya
- 2 Jenis ujian yang konsisten antar-kelas, supaya rata-ratanya sebanding
- 3 Absensi yang terisi, karena ketidakhadiran ikut tercetak di rapor
Yang ketiga biasanya yang paling terlupakan, dan baru terasa saat rapor dicetak.
Bagikan artikel ini
0 kali dibagikan