Changelog

Yang sudah kami rilis

Setiap rilis, berurutan. Terbaru di atas.

1.4.7

Daftar bernomor di artikel akhirnya benar-benar bernomor

Artikel berjudul "5 Tanda" yang seluruh butirnya tercetak angka 1 — tanpa satu pun pesan error, hanya angka yang salah di tempat yang paling terlihat.

Diperbaiki
  • **Daftar bernomor di dalam artikel tak lagi mengulang angka 1.** Isi artikel yang butirnya berjarak baris kosong — bentuk paling lazim saat menempel dari editor mana pun — terbaca sebagai satu daftar per butir, sehingga setiap butir menjadi butir pertama dan seluruhnya tercetak "1". Hal yang sama terjadi pada butir panjang yang membungkus ke baris berikutnya. Sekarang keduanya tetap satu daftar, dan nomornya berurut. Artikel yang sudah telanjur terbit ikut benar dengan sendirinya — yang keliru cara membacanya, bukan tulisannya.
Diubah
  • **Menu "Blog" di situs edusys.id kini bernama "Artikel"**, sepakat dengan alamatnya yang memang `/artikel`. Menu Blog di dalam panel tak berubah — yang itu mengelola alamat `/blog` milik website sekolah.
  • **Judul halaman diperkecil ke ukuran yang sama dengan halaman Panduan.** Judul daftar artikel, judul artikel, dan judul bagian Harga di halaman depan maupun halaman Harga sebelumnya satu tingkat lebih besar daripada halaman lain, sehingga terbaca lebih keras daripada perlunya.
  • **Panel samping artikel dirapikan jadi kartu berlekuk**, dan labelnya tak lagi ditulis KAPITAL SEMUA — teksnya sendiri tak pernah kapital; yang meneriakkannya hanya gaya tampilan, dan pada label sekecil itu ia terbaca seperti tulisan mesin. Keterangan penulis kini berbunyi "Diposting oleh" beserta tanggal terbitnya.
1.4.6

Blog edusys.id akhirnya bisa ditulis, dan gambar artikel punya tempat untuk kreditnya

Halaman blognya sudah lama ada dan sudah tertaut di menu — yang tidak ada cuma jalan untuk mengisinya, dan itu baru ketahuan saat ada yang benar-benar mencoba menulis.

Baru
  • **Blog edusys.id bisa ditulis dari panel.** Halaman `/artikel` beserta halaman detailnya sudah lama tayang dan sudah tertaut di menu atas, tapi belum pernah ada cara menulis artikelnya: menekan Simpan sebagai operator justru menjatuhkan halaman. Sekarang menu Blog di panel operator mengelola artikel edusys.id, dan artikel yang diterbitkan langsung muncul di situsnya.
  • **Kolom kredit gambar pada sampul artikel.** Gambar artikel hampir selalu datang dari tempat lain, dan hampir semua sumber yang boleh dipakai ulang mensyaratkan penyebutan sumbernya. Sebelum ini satu-satunya tempat menuliskannya adalah di dalam badan artikel, di mana ia terbaca sebagai bagian tulisan alih-alih keterangan gambar. Kini ada dua isian di panel Gambar Sampul — teks kreditnya dan alamat sumbernya — dan hasilnya tampil sebagai baris kecil di bawah gambar, jadi tautan bila alamatnya diisi. Berlaku untuk artikel sekolah maupun artikel edusys.id.
Diperbaiki
  • **Tautan artikel yang dibagikan ke WhatsApp & Facebook kini membawa gambar sampulnya.** Alamat gambar untuk kartu berbagi dirakit dari nilai mentah kolomnya, sehingga yang dikirim ke media sosial adalah alamat yang tak pernah ada — perayapnya mengambil gambarnya dari sana, gagal, lalu menampilkan kartu tanpa gambar. Halamannya sendiri tampil normal, jadi kerusakannya hanya terlihat setelah tautannya terlanjur dibagikan. Judul dan ringkasan artikel memang sudah benar sejak awal.
  • **Gambar sampul yang dipilih dari Pustaka Media tak lagi tampil sebagai kotak rusak.** Kolom sampul menampung dua bentuk alamat yang sama sahnya — hasil unggah langsung dan alamat yang disalin dari Pustaka Media — sementara tiap halaman memutuskan sendiri cara membacanya. Akibatnya yang satu benar dan yang lain kosong, bergantung halaman mana yang membukanya, tanpa satu pun pesan error. Sekarang keduanya lewat satu pintu.
  • **Kategori artikel tak bisa lagi diambil dari sekolah lain.** Pemeriksaannya dulu hanya memastikan kategorinya ada, tanpa menanyakan miliknya siapa — artikel bisa berkategori milik sekolah lain, dan ikut berubah namanya saat sekolah itu menyuntingnya.
  • **Halaman Kategori menerangkan keadaannya kepada operator.** Sebelumnya ia menampilkan formulir yang baru menolak sesudah ditekan, dengan pesan "pilih sekolah terlebih dahulu" — instruksi yang mustahil dijalankan operator, sebab ia memang tak punya sekolah untuk dipilih. Kini halaman itu menjelaskan bahwa artikel edusys.id dikelompokkan lewat tag, beserta jalan ke sana.
Diubah
  • **Panel Blog operator hanya memuat artikel edusys.id**, tidak lagi mencampurnya dengan artikel seluruh sekolah. Pada layar yang tombolnya "Tulis Artikel", daftar campuran membuat pertanyaan "ini nanti jadi milik siapa" tak punya jawaban yang terlihat. Untuk menulis atas nama sebuah sekolah, pintunya tetap "Masuk sebagai" di daftar Cabang/Sekolah.
1.4.5

Panduan jadi satu halaman yang bisa dicari, dan templat email bisa dilihat bentuknya sebelum terkirim

Pertanyaan yang paling sering masuk ternyata bukan soal fitur, melainkan "panduannya di mana" — jadi panduannya yang dibenahi, bukan jawabannya yang dipercepat.

Baru
  • **Templat email punya pratinjau langsung.** Sambil mengetik, panel di sebelah kanan memperlihatkan surat itu persis seperti yang akan diterima orang — lengkap dengan kop berlogo, tombol, dan subjeknya. Sebelumnya satu-satunya cara mengetahui bentuknya adalah menyimpan dulu lalu mengirim ke diri sendiri, dan yang paling mudah terlewat justru bagian yang memang tak bisa disunting: tombol dan kalimat yang muncul hanya pada keadaan tertentu. Pratinjaunya dirakit oleh mesin yang sama dengan yang mengirim, jadi ia tak bisa memperlihatkan sesuatu yang berbeda dari surat sungguhannya.
  • **Panduan bisa dicari.** Ketik satu kata — "impor", "tagihan", "terbitkan" — dan hasilnya langsung menunjuk bagian yang menjawabnya, termasuk pertanyaan-pertanyaan yang tersimpan di dalam lipatan. Tekan tombol `/` di mana pun untuk langsung ke kotak pencariannya. Sebelumnya satu-satunya cara mencari adalah membuka enam halaman satu per satu sampai ketemu.
  • **Tautan Panduan kembali ada di menu atas.** Dulu ia sengaja hanya ditaruh di kaki halaman, dengan alasan bahwa menu atas adalah jalur orang yang sedang menimbang produk. Alasan itu ternyata benar separuh saja: yang paling sering mencari panduan justru sekolah yang **sudah** memakai, dan mereka datang membawa satu masalah — menyuruhnya menggulir sampai dasar halaman lebih dulu adalah ongkos yang tak perlu.
  • **Tombol lihat website di panel operator.** Ikon bola dunia di kanan atas membuka situs edusys.id di tab baru, untuk memeriksa halaman harga sesudah paket diubah atau membaca panduan yang baru terbit tanpa mengetik alamatnya sendiri.
Diubah
  • **Seluruh panduan kini di satu halaman.** Yang membuka panduan hampir selalu orang yang sedang tersendat, bukan orang yang sedang membaca berurutan — dan dipecah menjadi enam alamat, ia harus menebak halaman mana yang memuat jawabannya. Daftar isi di sebelah kiri ikut menandai bagian yang sedang dibaca. Semua alamat lama tetap bekerja: ia mengantar langsung ke bagian yang dimaksud, jadi tautan yang sudah terlanjur dibagikan tak ada yang rusak.
  • **Tanya-jawab dilipat.** Tiap bagian sekarang punya kumpulan pertanyaan yang sering ditanyakan. Semuanya terlipat, jadi daftar pertanyaannya terbaca sekali pandang dan yang dibuka cuma yang Anda perlukan — tanpa harus menggulir melewati jawaban yang bukan masalah Anda.
  • **Bahasanya ditulis ulang lebih sederhana**, dan langkah-langkahnya diberi nomor berurutan supaya jelas mana yang dikerjakan lebih dulu. Panduan yang bahasanya berjarak berhenti dibaca justru oleh orang yang paling membutuhkannya.
  • **Templat email disusun ulang jadi dua kolom**: daftar peristiwa di atas, kotak isian di kiri, pratinjau di kanan. Sebelumnya sebelas peristiwa bertumpuk sebagai lipatan panjang yang harus dibuka satu per satu. Peristiwa yang sudah pernah diubah kini ditandai, jadi terlihat sekali pandang mana yang masih memakai teks bawaan.
  • **Kata "galat" diganti "error".** Istilah itu benar secara kamus tapi tak dipakai siapa pun dalam percakapan sehari-hari, dan kata yang tak dikenali membuat pesan yang sudah jelas terbaca seperti bahasa mesin.
1.4.4

Token WhatsApp tak lagi gagal karena satu spasi, dan kegagalan antrean menyebut dirinya arsip

Empat perbaikan kecil yang lahir dari satu penelusuran nyata — semuanya mencegah waktu terbuang pada masalah yang sebenarnya sudah selesai.

Diperbaiki
  • **Token WhatsApp dirapikan otomatis sebelum dipakai.** Token selalu masuk lewat salin-tempel dari dashboard penyedia, dan satu spasi atau baris baru yang ikut terbawa membuat penyedia menjawab "invalid token" — pesan yang mengirim orang memeriksa akunnya, padahal yang keliru adalah isian yang baru saja ditempelkan.
Diubah
  • **Kartu kegagalan antrean kini menyebut bahwa ia catatan riwayat**, bukan alarm yang sedang berbunyi, beserta cara membersihkannya. Angka "Gagal" bertahan di layar meski penyebabnya sudah diperbaiki — sehingga perbaikan yang sudah berhasil tetap terlihat gagal, dan orang mengulang langkah yang sama berkali-kali.
  • **Panduan deploy: perintah Supervisor memakai path PHP lengkap.** Supervisor tak memakai PATH shell, jadi perintah yang ditulis `php ...` mati saat start dengan "no such file or directory" — dan yang terlihat cuma status merah tanpa penjelasan. Ditambah `--max-time` supaya worker mendaur ulang dirinya: tanpa itu, patch yang baru dipasang tak pernah berlaku pada pekerjaan antrean meski panel sudah menampilkan versi baru.
  • **Panduan deploy: perintah artisan dijalankan sebagai pengguna `www`, tak pernah sebagai root.** Sekali saja dijalankan sebagai root, berkas log dan cache berpindah kepemilikan, dan sejak itu aplikasi serta pekerja antrean terkunci dari berkasnya sendiri. Gejalanya menyesatkan: sebabnya tak muncul di log aplikasi, justru karena aplikasinya tak bisa menulis log.
1.4.3

Bukti transfer bisa dibuka, penolakan menyertakan alasan, dan paket berbayar tak lagi hilang saat mendaftar

Empat cacat alur langganan yang ditemukan dari pemakaian sungguhan — tiga di antaranya tak menampilkan satu pun pesan galat, dan yang rusak hanya kepercayaan orang yang memakainya.

Diperbaiki
  • **Bukti transfer akhirnya bisa dibuka operator.** Sebelumnya tombol "Lihat" di tab Transaksi selalu berujung "halaman tidak ditemukan" — pada satu-satunya berkas yang dibutuhkan untuk memutuskan menerima atau menolak pembayaran. Berkasnya memang tersimpan dengan benar dan aman; yang keliru adalah cara menautkannya. Kini disajikan lewat jalur berizin, dan tetap tak bisa dibuka siapa pun yang tak berhak — bukti transfer memuat nomor rekening dan nominal, jadi ia sengaja tidak ditaruh di folder publik.
  • **Menolak pembayaran kini menuntut alasan**, sama seperti menolak pengajuan paket. Sebelumnya sekolah hanya menerima kata "ditolak", lalu mengunggah bukti yang persis sama dan ditolak lagi karena hal yang sama. Nominal keliru, rekening keliru, dan gambar buram menuntut tindakan berbeda — dan hanya operator yang bisa membedakannya.
  • **Paket berbayar yang dipilih saat mendaftar tak lagi hilang.** Pendaftar yang dengan sadar memilih paket berbayar sebelumnya mendarat di dasbor berpaket gratis, tanpa satu pun penjelasan dan tanpa jalan menuju pembayaran — wajar bila ia menyangka pilihannya gagal tersimpan. Kini ia langsung diantar ke halaman pembayaran dengan paket pilihannya sudah tersorot, dan sekolahnya berjalan di paket gratis sampai pembayaran selesai. Paket gratis tetap langsung ke dasbor.
Diubah
  • **Layar Cron & Antrean menyebutkan alasan kegagalan**, bukan cuma jumlahnya. Angka "4 Gagal" memberi tahu ada yang rusak tapi tidak apa — dan untuk mengetahuinya seseorang harus masuk ke server lewat terminal. Kini nama pekerjaan, waktu, dan alasannya tampil langsung di layar, beserta perintah untuk mencoba ulang setelah penyebabnya dibereskan. Ini lahir dari kejadian nyata: seluruh notifikasi WhatsApp berhenti terkirim, dan alasannya hanya bisa dibaca lewat terminal.